4 Kompetensi Guru Profesional

 Nama : Agustina

NIM : 11901129

Kelas/Semester : PAI/4H

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.

Institut Agama Islam Negeri Pontianak

4 KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

Dalam pendidikan guru merupakan bagian penting dalam melaksanakan proses belajar mengajar, jika tidak ada guru maka tidak akan ada peserta didik dan proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar dan tidak akan mungkin terlaksanakan, untuk itu guru sangat penting untuk membantu siswa dalam melakukan proses pembelajaran. Dalam dunia pendidikan seorang guru haruslah menjadi panutan yang digugu dan ditiru oleh murid ini karena guru menjadi seorang yang sangat dilihat baik tingkah laku maupun perbuatannya sehingga dinilai oleh siswa dan ditiru olehnya. Seorang guru merupakan agen untuk mentransfermasikan ilmu dan pengetahuan kepada sisiwa dengan begitu jika guru tersebut berkualitas maka akan yang ditransfermasikan juga akan berkualitas. 

Kompetensi dapat dimaknai sebagai pengetahuan, keterampilan, kemampuan, nilai-nilai dasar yang dapat direfleksikan pada pikiran, dan juga sikap yang dapat membuat keefektifan seseorang dalam menyelesaikan tugas yang dijalankan. Pengetahuan dapat diartikan sebagai informasi yang didapat seseorang yang dikatahui dan disadari, pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman, dan pembelajaran yang tidak dibatasi oleh teori, hipotesis, deskripsi, konsep, prinsip maupun prosedur yang benar atau yang salah. Keterampilan merupakan kelebihan atau kecakapan seseorang sehingga mampu menggunakan akal pikir, ide dan juga kreatifitas dalam mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan. Kemampuan dapat diartikan bahwa diri manusia memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang dapat ia sadari bahwa dapat melakukannya dan dapat pula diartikan sebagai kelebihan dan dalam diri seseorang seperti mampu memanajemen waktu, keuangan, menulis, membaca, berbicara, dab memecahkan masalah dengan baik. 

Seorang pendidik haruslah memiliki pengetahuan yang luas agar dapan membuka pikiran siswa dan menambah ilmu dan pengetahuan yang lebih banyak jika seorang guru cerdas dan berkualitas maka siswa tersebut juga akan bisa menjadi orang yang cerdas berkualitas dimasa depannya. Dengan berbagi pengalaman informasi yang baik maka itu akan membuat siswa lebih tertarik sehingga siswa dapat meniru gurunya dan berusaha menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya pengalaman seorang guru juga harus mempunyai keterampilan baik untuk mengajar maupun dalam bekerja, dalam melakukan proses belajar mengajar guru memiliki peran penting didalam kelas bagaimana agar siswa siswi didalam kelas tidak bosan dan jenuh dengan rutinitas belajar dikelas, guru dapat memberikan warna dikelas dengan keterampilan yang dimiliki bagaimana agar siswa tidak bosan. Selain itu kemampuan guru dalam mengatur kelas juga diperlukan seperti memanajemen waktu belajar, memiliki kemampuan publik speaking yang baik, berbicara dengan artikulasi yang jelas dan menulis yang rapi sehingga siswa dapat membacanya, dengan kemampuan tersebut maka siswa akan bisa lebih paham dengan materi apa yang akan disampaikan dan ini akan menguntungkan kedua pihak baik yang mentransfer ilmu dan pengetahuan maupun yang ditransfer ilmu dan pengetahuan tersebut.

Selain itu dalam dunia pendidikan seorang guru juga harus mempunyai 4 kompetensi guru profesional agar dalam melakukan proses belajar mengajar seorang guru telah tercatat dan memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran. Kompetensi menurut UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 1 (10), menyebutkan bahwa “Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan”. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10 disebutkan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dan dosen meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran siswa yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, menerangkan pembelajaran, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, memahami peserta didik dengan mengetahui perkembangan kognitifnya, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya serta merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahami landasan pendidikan, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar (setting) pembelajaran dan melaksa-nakan pembelajaran yang kondusif.

Kompetensi Kepribadian 

Kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Seorang guru harus memiliki aklakul karimah yang baik menjadi contoh yang baik untuk peserta didik. Tidak hanya memberikan dampak positif untuk siswa, guru yang memiliki akhlak karimah yang baik akan menciptakan generasi yang baik pula. Kepribadian sangat berpengaruh pada pendidikan karena semua berawal dari kepribadian yang baik, jika seorang pendidik tidak memiliki kepribadian yang baik maka dengan begitu sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik yang sedang berproses untuk menentukan masa depan mereka dengan melalui pendidikan. Jika pendidik saja tidak bisa mencerminkan akhlakul karimah yang baik maka tidak bisa disalahkan jika generasi muda menjadi pribadi yang tidak baik pula seperti dengan mengikuti tawuran terlibat dalam pergaulan bebas dan masih banyak lagi. Pendidik dapat membentuk pribadi yang lebih baik dengan cara memberikan sosialisasi tentang lingkungan tentang kepribadian tentang sikap sopan santun dan juga sosialisasi tentang pergaulan bebas dan juga cara bersosialisasi yang baik dengan begitu peserta didik dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga dapat meningkatkan akal dan pikiran yang bersifat positif.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat luas. Potensi sosial juga sangat berperan penting dalam suatu pendidikan terutama untuk seorang pendidik, jiwa sosial yang baik dari seorang pendidik akan memberikan dampak positif terhadap dirinya dan juga terhadap lingkungan sekitar karena seorang pendidik tidak hanya berinteraksi antara siswa dan juga rekan kerja tetapi juga kepada orang tua kepada masyarakat sehingga seorang pendidik harus memiliki jiwa sosial yang tinggi. Keramahan kesopansantunan itu merupakan keprofesionalan seorang guru dalam bersosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya baik itu orang tua sesama rekan kerja peserta didik maupun masyarakat sekitar dimana pendidikan merupakan profesi yang terpandang dimanapun itu karena pendidikan merupakan suatu lembaga yang amat penting bagi masyarakat untuk membantu itu anak mereka belajar agar menjadi orang. 

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional, yaitu kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Seorang guru tidak hanya bisa mengandalkan public speaking yang baik jiwa sosial yang tinggi tetapi juga sangat penting untuk memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas, dengan pendidikan yang tinggi maka ilmu dan pengetahuan seorang pendidik juga akan lebih luas lagi dengan begitu guru akan lebih mudah mengajar dan dapat memberikan pengetahuan yang amat luas untuk murid nya yaiitu peserta didik. Seperti dengan menguasai materi pelajaran dengan menguasai materi materi pelajaran pada bidangnya maka peserta didik akan lebih mudah menerima dan memahaminya namun jika seorang pendidik tidak menguasai materi dan mendalaminya pada saat mengajar itu akan sangat mempersulit peserta didik menerima materi yang disampaikan. Selain itu pendidik yang profesional tidak hanya memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas tentang pendidikan ataupun tentang materi yang diajarnya tetapi juga perlu menguasai secara luas apa itu pendidikan bagaimana penerapannya Bagaimana cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan cara menyampaikan materi yang baik dan benar sehingga peserta didik bisa menerimanya dari sinilah tujuan pendidikan tersebut akan tercapai dan menghasilkan generasi muda berpotensi kreativitas dan berkualitas.

Komentar